"Lah PKB itu hampir 20 tahun di pemerintahan. Masak ngomong perubahan, dia sendiri terlibat dalam pemerintahan," lanjut Nusron.
Oleh karena itu, Nusron meyakini bahwa masyarakat lebih menghendaki adanya rekonsiliasi dan keberlanjutan.
"Karena rakyat lebih senang ada persatuan, kegotongroyongan dan kebhinnekaan. Itulah esensi rekonsiliasi adem. Tidak lagi cebong dan kampret," lanjut dia.
Ditegaskan Nusron, Koalisi Indonesia Maju akan tetap melanjutkan apa yang sudah ada pada saat ini, kemudian menyempurnakan dan memperbaiki yang masih kurang.
"Tidak tumpas kelor. Setiap lima tahun ganti haluan. Kapan kita maju kalau yang sudah bagus mau diubah?" tandas Nusron.
Sebelumnya, Cak Imin menyebut dirinya mengikuti arahan dari para kiai. Dia mengaku mendapat masukan dari sejumlah kiai untuk berpasangan dengan Anies Baswedan pada Pilpres 2024.
Cak Imin pun merasa bersyukur tak jadi bekerja sama dengan koalisi lamanya.
"Ini karena saya taat kepada perintah para kiai, para ulama yang sebelumnya. Alhamdulillah saya enggak jadi koalisi sama yang satunya," ujar Cak Imin dalam sambutannya di acara Silaturahmi Kiai Kampung se-Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (31/10.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Dokter Tifa Kritik Jokowi di Rakernas PSI: Strategi Playing Victim?
Prabowo Subianto Temui Siti Zuhro & Susno Duadji: Pertemuan Oposisi atau Dialog Biasa?
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri: Analisis Hukum dan Dampaknya bagi Institusi Polri
Jokowi dan PSI: Komitmen Politik Pasca Jabatan, Janji Turun ke Daerah hingga Kontroversi