“Jika momentum Pemilu 2024 ini tidak terjadi perubahan dan kalau pemimpinnya dari kalangan itu-itu saja, dari partai itu saja, dari keluarga itu saja maka kita akan menanggung konsekuensi panjang dari status quo kekuasaan hari ini,” tegas Beni.
“Kita harus selalu ingat dengan istilah, "power tends to corrupt, and absolute power corrupt absolutely" atau kekuasaan itu cenderung korup, dan kekuasaan yang absolut cenderung korup secara absolut,” bebernya.
Beni menambahkan, bangsa ini masih banyak dihadapkan pada masalah energi, pangan, air dan populasi.
“Maka dari itu, buatlah gerakan massa sejak sekarang dimulai dari laboratorium, perpustakaan, musholla, atau ruang kelas dan selanjutnya sebarkanlah dengan cara-cara kalian lewat twitter, path, facebook atau jaringan apapun agar generasi muda Indonesia menjadi agen perubahan menuju Indonesia yang lebih baik," jelas mantan Presiden Pemuda Asia-Afrika ini.
Di akhirnya penjelasannya, Beni meminta mahasiswa untuk mempersiapkan diri dan bahu-membahu antar komponen bangsa dalam melaksanakan dan menyelesaikan semua tugas kebangsaan itu.
“Itu tanggung jawab yang dipercayakan negara. Kita dengan niat tulus ikhlas hanya untuk memberikan pengabdian terbaik kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kita cintai bersama," tandasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Gelar Pertemuan Rahasia dengan Oposisi, Bahas Kebocoran Anggaran Triliunan
Kaesang Pangarep Berjanji Keras di Rakernas PSI: Targetkan Kemenangan Besar di Pemilu 2029
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026