GELORA.ME - Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) akan mendaftar ke KPU sebagai capres-cawapres begitu buka masa pendaftaran dibuka pada 19 Oktober 2023 mendatang. Kalangan relawan siap mengantar pasangan yang diusung Koalisi Perubahan tersebut.
“ABRI-1 hadir mengantarkan, mengawal bakal calon Presiden Anies Baswedan dan bakal calon Wakil Presiden Muhaimin Iskandar (AMIN). Insya Allah pada tanggal 19 Oktober 2023 ke KPU Pusat Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat,” jelas Ketua Umum DPP Anies Baswedan Rakyat Indonesia Bersatu (ABRI-1) Rahmadsyah lewat pesan singkat kepada KBA News Kamis, 5 Oktober 2023.
Dia juga meyakini rakyat Indonesia tidak akan melewatkan momen paling bersejarah itu. Karena itu mereka pun akan berbondong – bondong tumpah ruah ke KPU untuk turut mengawal capres-cawapres yang diusung NasDem, PKB, dan PKS tersebut.
“Kemungkinan besar bisa jutaan manusia yang akan hadir. Semua bersatu turun ke jalan dengan bangganya mengantarkan calon pemimpin Indonesia untuk perubahan yang berkeadilan,” paparnya.
Sebab, rakyat Indonesia bangga dan salut atas kepiawaian kerja keras, kerja tegas, kerja tuntas, Anies Baswedan selama ini. Anies telah membuktikan hasil kerjanya saat memimpin sebagai Gubernur DKI Jakarta dengan segudang pengalaman, prestasi, penghargaan dan karya nyata. Sehingga sangat layak menjadi Presiden RI 2024.
“Ingat purnatugas Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI pada Minggu, 16 Oktober 2022? Waktu itu Anies meninggalkan area Balai Kota DKI Jakarta disambut dengan teriakan ‘Anies Presiden’. Luar biasa massa yang hadir, ribuan warga penuhi Balai Kota hingga memenuhi Jalan Medan Merdeka,” tandasnya.
Satgasus ABRI-1 Dibentuk
Di samping itu, ABRI-1 juga menunjukkan keseriusan dalam mengawal pelaksanaan pemilu dengan jurdil. Salah satunya, pihaknya membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgasus) ABRI-1.
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026
Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Lagi: Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024
Kontroversi Video Rektor UGM: Perbedaan Tahun Kelulusan Jokowi Dikritik Netizen