Menurutnya, jika seluruh anak menantunya masuk di satu partai yang sama maka akan membuat trah politik yang sedang dibangun Jokowi bisa hancur.
"Karena kalau satu keranjang itu pecah, ya pecah semua hancur semua. Makanya disimpan di tempat lain dan itu dilakukan oleh politik dinasti yang lain menjadikan banyak partai sebagai jalan hidup politik dinasti di banyak daerah," kata Ujang.
Ujang menambahkan, Jokowi mengizinkan Kaesang masuk PSI yang jelas-jelas melanggar AD/ART PDIP, sebagai bagian dari strategi politik mantan Gubernur DKI itu melawan PDIP.
"Nah, saya sih melihatnya Jokowi begitu, mengizinkan Kaesang masuk PSI yaitu pilihan politik, yang tentu ini sebenarnya melanggar AD/ART. Satu keluarga harus satu partai, walaupun oleh PDIP dibantah satu KK (Kartu Keluarga), kalau KKnya berbeda boleh," demikian Ujang.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Gelar Pertemuan Rahasia dengan Oposisi, Bahas Kebocoran Anggaran Triliunan
Kaesang Pangarep Berjanji Keras di Rakernas PSI: Targetkan Kemenangan Besar di Pemilu 2029
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026