Menurut Dedi, bergabungnya Kaesang ke PSI tidak akan berdampak signifikan untuk Jokowi, apalagi sampai mengubah pilihan politik sang ayah.
Dia juga menambahkan, tokoh politik sekelas Jokowi dimungkinkan tetap berada di partai lamanya, kecuali kepindahannya mendapat peluang lebih besar, misalnya saja menjadi ketua umum.
Posisi Jokowi bakal seperti warga sipil lainnya, usai lengser dari jabatan sebagai presiden. Dia bisa saja menjabat ketua umum partai politik besar, tapi bukan gabung ke PSI.
"Ketika tidak lagi berkuasa, ia (Jokowi) juga bisa jadi tokoh biasa, tidak banyak partai tertarik lagi kepadanya," kata Dedi, sembari menambahkan, saat ini memang masih jadi rebutan Parpol dan koalisi, karena masih berkuasa.
Saat ini, tambah Dedi lagi, Jokowi masih presiden. "Selepas purna tugas, bukan tidak mungkin dia akan kehilangan banyak orang," tutupnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Temui Siti Zuhro & Susno Duadji: Pertemuan Oposisi atau Dialog Biasa?
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri: Analisis Hukum dan Dampaknya bagi Institusi Polri
Jokowi dan PSI: Komitmen Politik Pasca Jabatan, Janji Turun ke Daerah hingga Kontroversi
Prabowo Subianto Gelar Pertemuan Rahasia dengan Oposisi, Bahas Kebocoran Anggaran Triliunan