Menanggapi hal itu, Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengomentari soal fenomena politik yang terjadi pada partai-partai besar ini menjelang Pilpres 2024.
"Memang politik di akhir-akhir ini itu kan sangat variabel gitu kan, jadi kita harus melihat ini secara teliti, endingnya dimana sih," ujarnya yang dilansir Youtube Refly Harun.
"Saya pikir bagi siapapun calon Presiden, pasti dia berpikir bagaimana caranya saya aman untuk sampai pendaftaran, itu poinnya," tuturnya.
Pada kesempatan podcast bersama Refly Harun, Gatot Nurmantyo juga menyinggung soal bergabungnya PKB atau Cak Imin di Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
"Contoh kepada bergabungnya Cak Imin di Koalisi Perubahan ini, itu kan sebenarnya menambah keyakinan bahwa Anies bisa maju, banyak variabelnya in sekarang dia maju," ujarnya.
Menurutnya hal itu merupakan positif bagi Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
"Jadi seharusnya dalam kondisi seperti ini, tidak perlu mempermasalahkan dulu orang nomor dua (Cawapres), tapi bagaimana agar petahana ini bisa maju, nanti saat-saat terakhir baru ditentukan serahkan saja, untuk lebih netral tutup mata semuanya, diskusikan dulu terserah aja," terangnya.
Lanjut mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini mengatakan bahwa ini merupakan nuansa baru dan luar biasa karena Cak Imin berani menyebrang ke Koalisi Perubahan.
Sebelumnya sangat mendekat dengan Partai Gerindra dan digadang-gadang menjadi Cawapres Prabowo Subianto.
Sumber: tvone
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Gelar Pertemuan Rahasia dengan Oposisi, Bahas Kebocoran Anggaran Triliunan
Kaesang Pangarep Berjanji Keras di Rakernas PSI: Targetkan Kemenangan Besar di Pemilu 2029
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026