GELORA.ME - Alissa Wahid menyinggung soal KPK yang bakal selidiki Cak Imin terkait kasus dugaan korupsi di Kemenaker tahun 2012. Menurutnya, hukum jangan dipakai sebagai alat menjegal lawan politik.
Dalam utasnya di Twitter @AlissaWahid, putri sulung Gus Dur tersebut mengkritisi kecenderungan kebiasaan penegak hukum mengulik kasus di masa kontestasi politik.
Menurut Alissa Wahid, Negara memang wajib memeriksa pihak-pihak yang telah merugikan rakyat dan Negara dengan melakukan korupsi.
Alissa Wahid menambahkan, hendaknya sebuah hukum ditegakkan murni dilakukan demi keadilan, bukan sekadar menjegal lawan-lawan politik.
“Saya ambivalen soal ini. Wajib memang bagi Negara untuk memeriksa pihak-pihak yang terkait dengan kasus korupsi yang menjahati rakyat,” tulis Alissa Wahid seperti dikutip Kilat.com.
“Di sisi lain, (walau saya bermasalah dengan Cak Imin cs) saya tak ingin kontestasi politik menjadikan hukum sebagai bahan jegal-jegalanan. Itu bahaya bagi masa depan bangsa,” tambahnya.
Kakak kandung Yenny Wahid tersebut mengungkapkan pendapatnya yang tidak setuju jika kedaulatan hukum digadaikan hanya demi kepentingan 5 tahunan.
“Ini bukan hanya kasus yang terkait yang bersangkutan ya. Segala kasus siapa pun yang diungkap untuk main jegal-jegalan, saya tidak setuju,” ujarnya.
“Itu menggadaikan kedaulatan hukum di Indonesia, hanya untuk kepentingan 5 tahunan. Semoga tidak ada,” imbuhnya.
Artikel Terkait
Kaesang Pangarep Berjanji Keras di Rakernas PSI: Targetkan Kemenangan Besar di Pemilu 2029
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026
Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Lagi: Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024