"Memang, akhir-akhir ini memang syarat dengan aroma-aroma pengkhianatan," tuturnya.
Prabowo kemudian mengajak hadirin di acara Gelora untuk melakukan introspeksi diri. Terlebih dengan adanya sejarah yang pernah terjadi di Indonesia kala Belanda melakukan penjajahan.
"Saudara-saudara ini harus kita interospeksi, selama sejarah Indonesia, ini Belanda berkuasa karena kita diantara kita ya kan, bener enggak?," tuturnya.
"Perusahaan kecil bisa taklukkan kerajaan-kerajaan kita, karena pangeran-pangeran itu sibuk rebutan kursi. Sultan meninggal, putra-putranya perang, putra kandung perang. Ini pelajaran, nampaknya kita masih harus belajar terus," sambungnya.
Untuk itu, ia mengatakan, meski dicap sebagai pengkhianat oleh pendukungnya, akhirnya dirinya bisa memberikan penjelasan.
"Jadi politik adu domba, politik pembelahan. Semakin Indonesia tidak bersatu, semakin kekuatan-kekuatan tertentu di dunia ini senang, lihat kenapa? Kita terlalu besar, kita terlalu kaya. Indonesia ini sebesar seluruh Eropa," katanya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Gelar Pertemuan Rahasia dengan Oposisi, Bahas Kebocoran Anggaran Triliunan
Kaesang Pangarep Berjanji Keras di Rakernas PSI: Targetkan Kemenangan Besar di Pemilu 2029
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026