"Pantes engga heran jadi mereka yg ke senayan mikirnya gimana cara sejahterakan rakyat bangung negara jadi mikirnya gimana uang kembali modal ke kantong," tulis akun @Fer*****oera.
"Duit segitu bisa buat modal usaha. Bisa lebih kaya dari DPR gak sih?" sahut lainnya.
"Makanya jangan pilih caleg yang bagi-bagi duit maupun sembako karena mereka pasti ingin balik modal," kata akun @oe***id.
Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin menyoroti persaingan politik yang menurutnya semakin sulit diprediksi.
"Persaingan dalam politik selama beberapa pemilihan umum terakhir menunjukkan bahwa persaingan yang mencari segala cara, terjadi dengan sangat terang-terangan," katanya.
Cak Imin juga mendukung pernyataan Ketua Umum PBNU periode 2010-2021, Said Aqil Siroj, mengenai politik uang. Dia menyatakan bahwa hanya orang kaya yang bisa meraih kekuasaan dan berhasil dalam persaingan pemilihan umum.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga bercanda bahwa saat ini dia berada dalam "peringkat bawah," tidak diizinkan untuk bicara. Meskipun ada banyak program podcast, ia hanya menerima undangan dari Kaesang Pangarep untuk menjadi tamu dalam podcastnya, "Podkaesang Depan Pintu".
"Jika konteksnya terus memanas dan berlebihan, itu yang bisa berbahaya, oleh karena itu banyak yang tidak dapat saya hadiri," jelasnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026
Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Lagi: Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024
Kontroversi Video Rektor UGM: Perbedaan Tahun Kelulusan Jokowi Dikritik Netizen