GELORA.ME -PDI Perjuangan rajin menyebutkan bakal calon wakil presiden untuk kesan propaganda.
"PDIP sangat mungkin sedang alami krisis kepercayaan diri. Satu sisi mereka dominan, sisi lain mulai ragu karena banyak partai yang justru menunjukkan sikap tidak berminat dengan PDIP," demikian analisa Dedi Kurnia Syah, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO).
Dikutip dari kanal News Suara.com, pandangan ini didasarkan pada sikap politik PDI Perjuangan yang sekarang kerap mengemukakan sejumlah tokoh dari partai lain, bahkan di luar koalisi mereka sebagai bakal calon wakil presiden (bacawapres) untuk Ganjar Pranowo.
Sikap politik PDIP ini menonjolkan kesan propaganda dalam penyebutan bacawapres Ganjar Pranowo. Nama yang diusung seperti Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sampai Gubernur Jawa Barat sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ridwan Kamil.
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026
Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Lagi: Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024
Kontroversi Video Rektor UGM: Perbedaan Tahun Kelulusan Jokowi Dikritik Netizen