Ia tak memungkiri cara tersebut memang tidak dilarang. Namun, cara tersebut jelas menunjukkan eksploitasi terhadap kemiskinan.
“Betul memang ini tidak dilarang. Tapi cara seperti ini jelas mengeksploitasi kemiskinan. Menyedihkan!” ujar pegiat media sosial ini.
Sementara itu, Ganjar Pranowo sendiri telah ditetapkan sebagai bakal calon presiden dari PDI Perjuangan (PDIP) dan beberapa partai politik yang menyatakan dukungannya.
Sejauh ini partai politik yang dimaksud yaitu Partai Solidaritas Indonesia, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Persatuan Pembangunan.
Namun, baik Ganjar maupun PDIP belum mengumumkan siapa bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi gubernur Jawa Tengah itu di kontestasi Pilpres 2024 mendatang.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Kaesang Pangarep Berjanji Keras di Rakernas PSI: Targetkan Kemenangan Besar di Pemilu 2029
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026
Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Lagi: Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024