"Karena ini konflik elite politik, muaranya adalah persaingan dalam mendapatkan kekuasaan negara, seperti jabatan presiden,” sambungnya.
Ginting menjelaskan, pertemuan antara anak dari mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, dan anak dari mantan Presiden SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), merupakan upaya melakukan konsensus politik.
Sebab komunikasi politik antara dua mantan presiden itu sebelumnya bisa dianggap dingin. Tidak ada komunikasi interpersonal di antara SBY dengan Megawati.
“Mimpi SBY, diamnya Megawati, dan harapan Jokowi masuk dalam kategori komunikasi intrapersonal. Jadi seperti komunikasi dengan dirinya sendiri. Melakukan perenungan dan intinya sedang melakukan imajinasi politik,” demikian Ginting
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026
Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Lagi: Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024
Kontroversi Video Rektor UGM: Perbedaan Tahun Kelulusan Jokowi Dikritik Netizen