Hal ini ditanggapi oleh sejumlah warganet, beberapa setuju dengan apa yang dikatakan oleh Said Didu. Contohnya adalah @Zakaria_Rahman.
"Mereka tidak membodohi rakyat pak, karena mereka merasa "rakyat pendukung" nya lah yang bodoh dan senang dibodohi," cuitnya.
Diketahui, . Sri Mulyani baru-baru ini menegaskan bahwa utang banyak berkahnya untuk pembangunan Indonesia. Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Gedung DPR.
Sri Mulyani menjelaskan, pembiayaan dari utang yang dilakukan sejak pandemi Covid-19 justru berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Selama pandemi, Produk Domestik Bruto (PDB) naik menjadi 276,1 miliar dolar AS, dengan utang 206,5 miliar dolar AS. Dengan catatan ini, 1 dolar AS utang yang dilakukan Pemerintah mampu menghasilkan 1,34 dolar AS untuk PDB.
"Indonesia, 1 dolar AS utang kenaikan GDP-nya 1,34 dolar AS. Kenaikan GDP lebih besar dari kenaikan utang," terang Sri Mulyani, dikutip dari Rakyat Merdeka, Senin (05/06/2023).
Sumber: suara
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Gelar Pertemuan Rahasia dengan Oposisi, Bahas Kebocoran Anggaran Triliunan
Kaesang Pangarep Berjanji Keras di Rakernas PSI: Targetkan Kemenangan Besar di Pemilu 2029
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026