"Yang pertama mengendorse Djarot maju sebagai calon gubernur Sumatera Utara, hasilnya kalah. Kemudian mengendorse Ahok maju sebagai calon Gubernur di DKI Jakarta, kalah juga. Artinya, Jokowi tak pernah punya sejarah menang bila mengendorse," urai Tamil, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (2/6).
Kekalahan itu, kata dia, menjadi pelajaran berharga bagi Jokowi. Untuk itu merasa perlu cawe-cawe di Pilpres 2024, agar bisa memecahkan sejarah, jagoannya bisa menang dalam kontestasi Pemilu.
"Makanya dia sangat lantang menyatakan dirinya cawe-cawe, dengan menegaskan bahwa calon yang dia pilih itu, dengan kondisi dan situasi apapun, harus dia menangkan," pungkas dosen Universitas Dian Nusantara itu
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026
Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Lagi: Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024
Kontroversi Video Rektor UGM: Perbedaan Tahun Kelulusan Jokowi Dikritik Netizen