Kejaksaan Agung kembali memeriksa PT GAP Capital terkait megakasus korupsi Jiwasraya.
Pada Rabu 26 Februari 2025, Kejaksaan telah memanggil Direktur GAP Capital berinisial MK.
GAP Capital merupakan perusahaan yang dimiliki oleh Muhammad Kerry Adrianto Riza, tersangka yang baru ditahan Kejakgung atas megakorupsi terkait impor BBM yang ditaksir merugikan negara ratusan triliun.
"Direktorat Penyelidikan Jampidsus memeriksa empat orang saksi terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Jiwasraya periode 2008-2018 berinisial PS ( Deputi Kementerian BUMN 2008), SMJ (Bapepam LK 2008), MK selaku Direktur GAP Capital, dan AW (Kepala Divisi di Jiwasraya 2008)," tulis keterangan pers resmi Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Harli Siregar.
Tersangka utama kasus impor BBM, Kerry Adrianto Riza diketahui memegang 25 persen saham PT GAP Capital per 2011. Sementara 75 persen saham dikendalikan oleh PT Mahameru Kencana Abadi yang juga merupakan perusahaan yang dimiliki Kerry.
PT GAP Capital sendiri merupakan salah satu tersangka korporasi dalam megaskandal Jiwasraya. Namun belum ada petinggi perusahaan itu yang dijerat atas kasus megaskandal asuransi itu.
Kerry yang masih berusia di bawah 40 tahun itu pun kini terkait dalam dua perkara megakorupsi terbesar di dua bidang berbeda, yakni impor BBM dan asuransi keuangan.
Kejaksaan sendiri telah mengindentifikasi peran Kerry dalam kasus impor BBM. Selain diduga terkait patgulipat impor dan fee untuk pengangkutannya, depo minyak milik Kerry diduga jadi tempat mencampur BBM jenis Ron 90 atau di bawahnya untuk dijual dengan harga Ron 92.
"Ada tujuh orang tersangka, salah satunya adalah MKAR yang berperan sebagai pemilik efektif PT Navigator Khatulistiwa," ujar Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung, Abdul Qohar, dalam konferensi pers, di Kantornya, Jakarta, Selasa 25 Februari 2025.
Sumber: disway
Foto: Perusahaan tersangka kasus tata kelola minyak mentah Pertamina, Kerry Riza Chalid alias MKAR turut tersandung dalam kasus Jiwasraya-Kejaksaan Agung-
Artikel Terkait
Puslabfor Polri Ungkap Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah: Hasil Analisis Forensik Lengkap
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut