GELORA.ME - Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino menegaskan Heru Budi Hartono mengemban tugas sebagai Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta hanya sebatas seremonial semata.
"Fraksi NasDem DKI menilai kinerja Heru hanya lah sebatas seremoni saja dan ternyata beliau terlihat sangat gugup memimpin Jakarta," kata dia, saat dihubungi media, Jumat (13/10/2023).
Wibi menilai dari kebijakan yang diterbitkan oleh Heru tidak kokoh. Terlebih dalam mengatasi permasalahan polusi udara di Jakarta, dia menilai seolah Heru tidak menganggap serius kasus tersebut.
"Itu terlihat dari banyak kebijakan yang beliau buat di saat Jakarta menghadapi permasalahan polusi bahkan beliau menyepelekan permasalahan ini," ungkapnya.
"Kedua kemacetan makin tak terkendali. Ketiga antrian pengambilan pangan subsidi yang sangat tidak manusiawi," sambung dia.
Sementara itu, kesalahan Heru yang paling fatal menurut Wibi adalah warga Kampung Bayam sampai detik ini belum berhak menempati Rusunawa Kampung Susun Bayam.
"Dibiarkan terlantar, mereka yang bertahan di rusun tersebut diusir dengan cara mematikan akses air, listrik, bahkan tempat ibadah ditutup, perilaku layaknya zionis," tandas dia.
Sebagai informasi, jabatan Heru Budi Hartono sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta akan segera berakhir pada 17 Oktober 2023.
Artikel Terkait
Puslabfor Polri Ungkap Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah: Hasil Analisis Forensik Lengkap
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut