GELORA.ME - Sikap dua menteri Kabinet Merah Putih yang kompak menyebut Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi sebagai bosnya terus menjadi perbincangan hangat.
Namun di tengah gaduhnya kritik warganet dan aktivis di media sosial, sikap Istana justru adem ayem.
Istana sama sekali tidak merespons berbondong-bondongnya menteri sowan ke kediaman Jokowi di Solo saat Presiden Prabowo Subianto sedang kunker ke luar negeri.
Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan, hingga hari ini tidak ada satu pun pernyataan dari pihak Istana, baik Presiden Prabowo maupun jurubicara resminya untuk menegur sikap para menteri tersebut.
“Untuk apa mengkritik kanan kiri bahwa menteri yang masih menganggap Pak Jokowi itu adalah bosnya dianggap tidak pantas? Kalau Istana itu per hari ini sepertinya baik-baik saja," kata Adi lewat kanal YouTube miliknya, Selasa 15 April 2025.
Menurutnya, bila memang pernyataan atau gestur para menteri itu dianggap tidak pantas atau menimbulkan masalah, semestinya ada respons langsung dari Istana.
Ia menegaskan bahwa selama belum ada reaksi resmi dari Presiden Prabowo atau juru bicara kepresidenan, maka wajar jika para menteri menganggap hubungan baik dengan Jokowi sebagai bagian dari etika dan penghormatan.
"Istana aja nggak galau kok, tidak mempersoalkan atau jangan-jangan memang Istana tidak menganggap sebagai persoalan," tandas analis politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih silih berganti datang ke kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah.
Mulai dari Menko Pangan, Zulkifli Hasan; hingga Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia; Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono; Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.
Di depan wartawan, Sakti Wahyu Trenggono dan Budi Gunadi Sadikin kompak memanggil Jokowi sebagai bos.
"Silaturahmi sama bekas bos saya. Sekarang masih bos saya,” ujar Trenggono.
Setelah Trenggono, Budi Gunadi yang bersilaturahmi dengan Jokowi pun turut memanggilnya dengan sebutan bos.
"Silaturahmi karena Pak Jokowi kan bosnya saya. Jadi, saya sama ibu mau silaturahmi mohon maaf lahir dan batin. Juga (minta) doain supaya Pak Presiden dan Ibu itu sehat, karena saya masih jadi Menteri Kesehatan kan," kata Budi. (*)
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026
Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Lagi: Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024
Kontroversi Video Rektor UGM: Perbedaan Tahun Kelulusan Jokowi Dikritik Netizen