GELORA.ME - Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet pertamanya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu kemarin, 19 Februari 2025.
Dalam perombakan Kabinet Merah Putih ini, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro digantikan oleh Brian Yuliarto, yang merupakan Guru Besar Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (ITB).
Namun menurut pengamat politik Andi Yusran, Presiden seharusnya mereshuffle menteri yang merasa kebal hukum, bahkan diistilahkan Prabowo sudah seperti menjadi raja kecil di dalam kabinet.
"Keluhan Prabowo bahwa ada yang tidak tegak lurus dengannya adalah sinyal bahwa di tubuh kabinet ada kekuatan lain yang turut berpengaruh dan menjadi patron bayangan Prabowo dan aktor itu adalah Jokowi," kata Andi kepada RMOL, Kamis 20 Februari 2025.
Andi Yusran menekankan,agar program strategis Prabowo tidak terkontaminasi dengan kepentingan politik aktor bayangan maka penting dilakukan sterilisasi dari kepentingan asing di dalam kabinet serta menegakkan loyalitas tunggal para menteri kepada Prabowo.
"Bagi mereka yang tidak sejalan, bahkan cenderung membangkang, maka opsi reshuffle menjadi langkah logis yang harus segera diambil," tambahnya.
Dengan situasi politik yang terus berkembang, keputusan akhir tetap berada di tangan Prabowo sebagai kepala negara. Namun Prabowo disarankan berani mengganti Menteri yang masih menjadi ' kaki tangan' Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Sumber: rmol
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026
Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Lagi: Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024
Kontroversi Video Rektor UGM: Perbedaan Tahun Kelulusan Jokowi Dikritik Netizen