GELORA.ME - Pasangan Prabowo-Gibran dinilai lahir dari rekayasa hukum di Mahkamah Konstitusi (MK).
Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat mengatakan rakyat semakin cerdas di dalam melihat rekayasa hukum yang terjadi di MK ini.
Selain itu kata dia, rakyat juga bereaksi keras melihat mobilisasi aparat menurunkan bendera, baliho, dan berbagai atribut dukungan terhadap Ganjar-Mahfud MD di Bali.
"Rakyat bereaksi keras atas mobilisasi aparat dengan melakukan penurunan bendera, baliho, dan berbagai atribut dukungan terhadap Ganjar-Mahfud MD," kata Djarot dalam keterangannya, Sabtu (4/11/2023).
Menurut Djarot, spiritualitas bangsa Indonesia mengajarkan bahwa tidak ada tempat bagi mereka yang demi ambisi kekuasaan dan cinta terhadap keponakan, sampai MK dikebiri, dan demokrasi pun mati.
"Kini kekuatan moral lahir kembali. Inilah fondasi terpenting Ganjar-Mahfud MD, kokoh pada moral kebenaran dan berdedikasi total pada rakyat, bangsa, dan negara, bukan pada keluarga," tegas Djarot.
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Gelar Pertemuan Rahasia dengan Oposisi, Bahas Kebocoran Anggaran Triliunan
Kaesang Pangarep Berjanji Keras di Rakernas PSI: Targetkan Kemenangan Besar di Pemilu 2029
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026