GELORA.ME - Presiden Joko Widodo atau Jokowi disebut tidak akan meninggalkan PDI Perjuangan, apalagi masuk ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ketum di partai tersebut diketahui dijabat oleh putra bungsunya, Kaesang Pangarep.
Hal ini disampaikan pengamat politik Ray Rangkuti. Dia yakin Jokowi tetap berada di PDIP meski banyak orang mengatakan Jokowi bisa membesarkan PSI.
"Saya tidak terlalu yakin dan percaya Pak Jokowi meninggalkan PDIP," ujar Rey di Matraman, Jakarta Timur, Jumat (6/10/2023).
"Kita pake logika sederhana saja, kalau Anda mau berteduh dari hujan, Anda berteduh di pohon besar atau pohon kecil? Kalau Anda mau berteduh dari hujan, Anda mau berteduh di rumah yang besar atau rumah yang kecil?" Ray menambahkan.
Rey kemudian menyebut Jokowi akan rugi jika meninggalkan PDIP karena elektabilitasnya yang dianggap tinggi pada beberapa hasil survei.
Artikel Terkait
Luhut Binsar Pandjaitan Didesak Diperiksa Soal PT Toba Pulp Lestari, Dituding Picu Banjir Sumut
Hakim MK Anwar Usman Absen 81 Kali di 2025: MKMK Keluarkan Surat Peringatan
Pengaruh Jokowi di Institusi Hukum: Analisis Kekuatan dan Dampaknya Terhadap Penegakan Hukum
Pilkada Campuran: Kelebihan, Kekurangan, dan Ancaman Oligarki Menurut Prof. Didik J. Rachbini