GELORA.ME - Tahun politik yang bergulir sejak 2023-2024 disebut bakal mempengaruhi kinerja perekonomian nasional.
Hal ini dapat terjadi lantaran pada masa tersebut, dana belanja politik mulai berputar, terutama untuk kebutuhan terkait kampanye.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Abdurrohman.
Menurut Abdurrohman, untuk Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat RI atau DPR-RI, besaran modal kampanye yang dikeluarkan sekitar Rp 1 miliar bahkan tembus Rp 5 miliar per orang.
Kemudian, untuk para Caleg di tingkat DPRD Provinsi ataupun Kabupaten/Kota rata-rata mengeluarkan modal kampanye sekitar Rp200 juta.
Tak sampai di situ, Pemerintah juga telah menganggarkan uang puluhan triliun untuk belanja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Badan Pengawas Pemilihan Umum.
Dengan adanya sederet hal tersebut, tentunya bakal berpengaruh terhadap kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Kita asumsikan pengeluaran caleg di level pusat sekitar Rp1 miliar. Kemarin saya lihat beberapa caleg ada yang bilang Rp5 miliar, makanya kita katakan Rp1 milar. Kemudian caleg DPRD sekitar Rp200 juta per orang, ini dirata-ratakan saja asumsi moderat," ungkap Abdurrohman dalam diskusi seputar APBN 2024 di Cianjur, Senin (25/9/2023).
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Gelar Pertemuan Rahasia dengan Oposisi, Bahas Kebocoran Anggaran Triliunan
Kaesang Pangarep Berjanji Keras di Rakernas PSI: Targetkan Kemenangan Besar di Pemilu 2029
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026