GELORA.ME -Presiden Joko Widodo berkeinginan kuat tetap memiliki kuasa, meski tak lagi menjabat di 2024. Untuk itu, sosok yang akrab disapa Jokowi itu ingin pemimpin berikutnya dapat dipengaruhi.
"Berdasarkan premis tersebut maka adalah logis jika Jokowi lebih memilih Prabowo untuk didukungnya," kata analis politik Universitas Nasional Andi Yusran saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (20/7).
Direktur Lembaga Riset Lanskap Politik Indonesia itu melanjutkan, sangat wajar jika belakangan Jokowi lebih akrab dengan Prabowo dibanding bakal capres PDIP Ganjar Pranowo yang notabene rekan separtainya.
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026
Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Lagi: Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024
Kontroversi Video Rektor UGM: Perbedaan Tahun Kelulusan Jokowi Dikritik Netizen