GELORA.ME - Banyak dugaan indikasi korupsi sistemik terjadi di hampir semua K/L dan Komisi bentukan negara. Tapi yang ditangkap KPK RI hanya kelas teri. Yang gede-gede malah lolos, lalu apa gunanya KPK RI dipertahankan lagi kalau yang ditangkap hanya receh dan urusan remeh- temeh doank. Padahal KPK RI itu banyak habisin anggaran negara loh.
Sudah bener apa yang dikatakan oleh prof Mahfud MD bahwa korupsi sekarang ini jauh lebih merata dan masif dihampir semua tempat di Nusantara ini. Lalu siapa yang salah?, Bila korupsi makin subur disana- sini? Kalau sudah begini, lalu apalagi yang patut dibanggakan dari era reformasi ini?, "tanya Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F. Silaen kepada wartawan di Jakarta (3/7).
Tak disangka- sangka orde baru ditumbangkan hanya ganti pemain tok tak lebih baik dari orde Baru korupsinya. Akibat korupsi inilah, tujuan berbangsa dan bernegara yang adil makmur bagi seluruh rakyat Indonesia tak dapat diwujudkan. Yang terjadi keadilan sosial semu, hanya dikalangan elit tertentu dan kaum 'berduit' karena mampu bayar, diluar itu entar dulu masbro, "imbuhnya.
Sepertinya rusak bener Republik Indonesia ini, kalau sudah begini mau apalagi? Belakangan ini hanya prof Mahfud MD, yang berani bersuara lantang bahwa kerusakan sistem dinegeri ini sudah mencapai titik nadir. Kalau memperbaikinya, bingung harus mulai darimana? Karena semuanya sudah rusak parah dan saling sandera-menyandera diantara pihak-pihak yang sedang berkuasa, "ungkap mantan fungsionaris DPP KNPI itu.
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Gelar Pertemuan Rahasia dengan Oposisi, Bahas Kebocoran Anggaran Triliunan
Kaesang Pangarep Berjanji Keras di Rakernas PSI: Targetkan Kemenangan Besar di Pemilu 2029
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026